blog1Kawan LOLIPOP, Penularan HIV hanya dapat melalu cairan darah, cairan kelamin dan air susu ibu. Selain itu ada beberapa hal juga yang dapat mempermudah kita untuk tertular HIV, yaitu asumsi. Orang awam kadang membuat pandangan bahwa orang dengan HIV memiliki ciri-ciri tertentu seperti tubuh kurus, penyakitan dan sebagainya yang padahal orang dengan HIV tidak memiliki ciri-ciri khusus. Yang lebih parah adalah kesadaran orang muda mengenai status HIVnya, sebagian dari orang muda dengan HIV+ tidak peduli dengan statusnya dan tidak peduli dengan kondisi kesehatannya dikemudian hari.

Lolipop akan membahas asumsi-asumsi yang membuat kita mudah tertular HIV:

Lo Pikir Doi Setia?

“Ngapain pake kondom? Gak enak tau, akukan Cuma main sama kamu doang.”

Ketika kamu menjalin hubungan monogamy, satu pasangan. Jangan pernah berasumsi bahwa dia adalah orang yang setia. Karena kebanyakan orang yang terkena HIV+ menyatakan bahwa mereka awalnya berfikir bahwa pasangan mereka hanya melakukan hubungan seks dengan mereka dan tidak dengan orang lain, faktanya justeru pasangan yang dianggap “setia”lah yang menularkan HIV. Bukan melarang Sobat untuk curigaan dengan pasangan sobat, lebih baik ketika melakukan hubungan seks sebaiknya menggunakan kondom. Pilihan melepas kondom untuk alasan ini menjadi salah jika bertujuan kepada rekreasi atau having fun.

Doi Gak Tau Kalo Dia HIV+

Beberapa pasangan memilih untuk tidak menggunakan kondom dalam berhubungan seks adalah sebagai bentuk dari kepercayaan kepada pasangan. Juga beberapa pasangan berasumsi bahwa jika menggunakan kodom kurang nikmat dan sebagainya. Anggapan itu salah karena kamu bahkan tidak tahu apa status HIVmu dan pasanganmu, meskipun kamu rutin melakukan VCT, bukan berarti kamu terhindar dari HIV. Ingat, bahwa lebih dari sebagian orang muda dengan HIV+ tidak mengetahui statusnya dan kurang peduli dengan infeksi akibat HIV+. Oh atau lebih parahnya, malahan kamu yang ternyata HIV+.

Narkoba dan Alkohol merusak Pertimbanganmu

Selain penggunaan jarum suntik bergantian pada Pengguna Narkoba Suntik yang dapat menjadi media penularan HIV, Narkoba dan alcohol juga dapat mempengaruhi pertimbanganmu untuk melakukan seks atau tidak, bahkan pertimbangan untuk menggunakan kondom atau tidak. Kadang setelah sadar kamu baru menyadari apakah kamu melakukan hubungan seks dengan menggunakan kondom atau tidak, bahkan bisa saja tidak sadar dengan siapa saja kamu berhubungan seksual.

Lo Gak Nannya, Dia Gak Cerita

“Lo positif ? kok gak cerita ? Gue kena dong ?”

Biasanya, kamu akan berasumsi bahwa orang dengan HIV+ akan membuka statusnya ketika berhubungan seksual dengamu. Namun itu hanyalah asumsimu, dia tidak akan membuka statusnya sejauh itu aman. Namun orang-orang gagal untuk membuka statusnya, terlebih lagi jika alasannya adalah seks. Jika dia tidak meminta, dia tidak akan memberi tahu. Dan kamu akan merasa aman jika ia berkata bahwa dia adalah HIV-, Jangan Tertipu! Jangan mau melepas kondom hanya karena kamu percaya bahwa dia HIV-, selain kejujuran yang diragukan ancaman IMS juga masih sangat tinggi. Dan juga untuk mencegah pasanganmu tertular HIV darimu, kalau-kalau kamu belum test HIV.

Lo Top? Lo Aman

Kalo ngeluarin itu kan berarti gak bisa nularin HIV, yang bisa ketularan hanya bottomnya saja. Salah! Faktanya penularan HIV juga bisa terjadi dari bottom ke top, Menurut study terakhir, sekitar satu dari 5 laki-laki yang terinfeksi adalah Top. Dalam hubungan seks anal rawan terjadi pendarahan karena paksaan/perlukaan karena paksaan penis yang masuk, darah yang keluar dapat mudah masuk melalui proses hubungan seks melalui lubang penis si Top.

Kamu Berfikir, Ini Tidak Akan Terjadi Padamu

Hal ini juga terjadi pada orang yang telah terinfeksi HIV. Mereka awalnya berfikir bahwa semua ini tidak akan terjadi pada dirinya, tapi nyatanya justeru sebaliknya. Ia terinfeksi HIV karena asumsinya. Ketika kamu merasa melakukan perilaku hubungan seks tanpa kondom atau penggunaan jarum suntik bergantian, segerakan lakukan test HIV. Setidaknya test HIV membantu kamu untuk mendeteksi apakah kamu terinfeksi HIV atau tidak, dan juga agar kamu segera mendapatkan penanganan. Dan beruntungnya, sekarang sudah ada obat yang dapat membantu menekan replikasi HIV, meskipun belum dapat menghilangkan virus, setidaknya bisa menjaga kualitas hidup orang dengan HIV. Jangan ragu untuk melakukan test HIV.

Artikel oleh : Achmad Mujoko – GWL-INA, contributor LOLIPOP. Tulisan ini juga di publikasi di Brondongmanis.com

0 Likes
622 Views

Comments are closed.