Sebagai anak muda yang hidup di era modern, peluang dan tantangan yang kita hadapi sangatlah besar. Dari segi peluang, kita dibekali beragam informasi dan pengetahuan untuk mencapai kesuksesan, mulai dari beasiswa, ilmu terapan, dan peluang karier yang tersebar di berbagai media. Dari segi tantangan, mau tidak mau kita juga dihadapkan pada berbagai ideologi baru yang masuk, mulai dari hedonisme, konsumerisme, materialisme, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi sebagai konsekuensi dari globalisasi yang terjadi di seluruh dunia.

Alhasil pergaulan, gaya hidup, dan pola pikir kita sebagai anak muda pun ikut berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jika dulu acara main bersama teman diisi dengan main kucing sumput, layang-layang, dan kelereng, kini HP, iPad, dan laptop menjadi teman sejati yang sulit dilepaskan. Belum lagi Facebook, Twitter, dan berbagai media sosial lainnya yang terkadang mampu menyita perhatian kita hingga berjam-jam. Semua aktivitas sosial kita dihabiskan dalam ranah digital.

Sayangnya, dunia digital yang tidak berbatas ruang dan waktu ini kerapkali tidak mempunyai sensor yang jelas. Tatkala kita melihat kronologi di Facebook, tiba-tiba saja muncul wanita tanpa busana dengan iklan yang sensual. Belum lagi tatkala kita mengetik kata kunci tertentu di Google, bisa jadi link menuju website orang dewasa yang muncul. Akses terhadap dunia pornografi menjadi begitu mudah dan cepat dengan adanya internet. Akibatnya begitu banyak godaan yang terjadi saat bertemu pacar.

Jika pacaran dulu diisi dengan acara mengobrol dan makan bersama, kini pacaran disamaartikan dengan hubungan seksual di luar nikah. Alhasil bukan pengenalan terhadap pacaran yang didapat, tetapi beragam ancaman kesehatan yang tidak diharapkan, seperti HIV AIDS. Belum lagi pergaulan yang salah juga bisa menjerumuskan pada penggunaan narkoba dalam bentuk jarum suntik. Alih-alih menghilangkan masalah, kita justru terjebak pada penyakit dan lingkaran setan yang sulit disembuhkan.

Maka dari itu, sebagai anak muda Bandung yang cerdas, mari kita terapkan gaya hidup KPK agar kita sehat dan terbebas dari HIV AIDS yang mematikan.

K – Komunitas

Kita mungkin sering mendengar bahwa pergaulan yang baik akan membawa kebiasaan yang baik. Demikian juga sebaliknya. Nah sebagai anak muda Bandung, kita sebenarnya diberi banyak keuntungan dengan daya kreativitas orang Bandung yang tinggi. Coba saja lihat ke Taman Film, Taman Musik, dan taman bertema lainnya yang ada di Bandung. Di sana banyak berkumpul komunitas minat yang mengembangkan talenta mereka. Nah kita bisa berkumpul di tempat tersebut untuk mendapat teman dan koneksi.

Selain kita bisa bertukar pikiran tentang hal-hal yang disukai, seperti musik, film, anime, sepeda, dan lain sebagainya, kita juga bisa mengembangkan kreativitas kita di lingkungan yang tepat. Daripada bergaul sambil mojok di lingkungan yang tidak tepat, bukankah lebih baik kalau kita mengembangkan talenta yang kita miliki. Selain kita bisa mendapat uang jajan tambahan dari hobi yang kita sukai, kita juga bisa mendapat dukungan dari komunitas tempat kita bernaung.

Bergabung dengan komunitas Lolipop dan Sahabat ODHA Indonesia juga bisa jadi media yang tepat untuk curhat seputar cara menghindari HIV AIDS dan memberi semangat bagi teman-teman yang terkena HIV AIDS. Selain kita mendapat wawasan, kita juga turut mendukung mereka yang terkena HIV AIDS agar tetap semangat dalam menjalani hidup. Tentu sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kita tatkala bisa membantu sesama, bukan? Maka dari itu, pilihlah komunitas yang tepat dan buatlah banyak koneksi dengan orang yang mempunyai minat yang sama dengan kita.

P – Preventif

Jika saat berpuasa, rasa lapar dan haus adalah hawa nafsu yang harus kita kendalikan, maka saat bergaul, mata, hati, dan pikiran adalah tiga indera yang harus kita perhatikan agar tidak berbuat di luar kendali kita. Maka dari itu, menghindari akses menuju hal-hal yang negatif adalah upaya preventif alias pencegahan yang paling tepat. Daripada kita bermain api, bukankah lebih baik kita tidak bermain korek api, bukan? Selain mencegah perbuatan yang merusak diri kita sendiri dan orang lain, kita juga melatih sensor iman kita untuk berfungsi dengan baik di saat yang tepat.

Bukankah hidup tanpa HIV AIDS itu jauh lebih enak dibandingkan harus memakan obat atau memeriksakan diri secara berkala demi mencegah penyebaran virus tersebut, bukan? Kita bisa mengembangkan diri tanpa harus takut penyakit HIV AIDS menggerogoti tubuh kita. Upaya preventif ini juga bisa dilakukan dalam bentuk seleksi terhadap lingkungan pergaulan. Daripada kita bergabung dengan orang yang memakai narkoba, bukankah lebih baik kita bergabung dengan komunitas juara olimpiade supaya tertular pintar, bukan?

K – Know

Sebagai anak muda Bandung yang cerdas, kita sadar bahwa akses terhadap informasi itu sangatlah mudah. Jika dulu internet hanya bisa ditemukan di warnet dan menggunakan layanan internet kabel yang mahal harganya, kini Wi-Fi tersebar di seluruh penjuru kota dan fasilitas umum. Tentu hal itu harus kita manfaatkan sebagai media untuk mencari tahu apa itu HIV AIDS. Jika sudah mengetahui HIV AIDS dan bahayanya bagi tubuh kita, tentu kita akan lebih mawas diri dalam menjaga diri kita dari penyakit ini, bukan.

Rasa ingin tahu ini juga hendaknya jangan hanya dihafalkan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika berbagai sumber terpercaya sudah menyebutkan bahwa HIV AIDS diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, transfusi darah yang tidak higienis, dan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, tentu kita harus menghindari perilaku yang sudah disebutkan di atas. Dengan begitu, kita sudah menghindari penyakit mematikan bernama HIV AIDS ini.

Dengan adanya KPK, kita akan sadar bahwa menjalani gaya hidup sehat itu mudah. Apalagi kita sebagai anak muda Bandung yang kreatif, aktif, dan punya masa depan yang positif, tentu kita tidak mau berkenalan dengan yang namanya HIV AIDS. Kita bisa mengisi waktu muda kita dengan bermanfaat dan pastinya orang tua kita bangga dengan prestasi yang bisa kita berikan selagi muda. Yuk terapkan prinsip KPK supaya gaya hidup sehat anak Bandung jadi kebiasaan yang membudaya di kalangan remaja Indonesia!

Tentang Penulis:

Juara 2 Lomba Menulis LOLIPOP

Daniel Hermawan, mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung

0 Likes
459 Views

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.