10

Sebagian dari Kawan Lolipop mungkin sudah tahu tentang program PKPR atau Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Ya, program ini sudah digalakkan sejak 2003 silam untuk membantu remaja melewati fase peralihan. Khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.

PKPR yang dijalankan puskesmas umumnya dalam bentuk penyuluhan, konseling, pelayanan klinis medis, keterampilan hidup sehat dan lain sebagainya. Pemerintah dan pakar kesehatan memiliki harapan lebih pada program kesehatan peduli remaja ini. Kawan Lolipop bisa jadi lebih terbuka, memiliki bekal pengetahuan, serta pemahaman yang cukup pada diri sendiri dan kesehatannya.

Seperti kita ketahui, permasalahan remaja masa kini sangat kompleks. Tiap daerah punya problem yang berbeda dan faktor terbesar ialah dari lingkungan pergaulan. Kawan Lolipop pasti paham dengan tekanan dan perubahan perilaku ketika beranjak remaja. Nah, adanya PKPR ini merupakan bentuk pendampingan agar kehidupan kita lebih terarah. Seperti bimbingan konseling yang berguna untuk kesehatan dan perkembangan mental. Serta pendidikan seks untuk lebih mengenal organ reproduksi.

Lalu bagaimana pandangan para remaja tentang PKPR? Dirangkum dari berbagai sumber, ternyata remaja di Indonesia memberikan respon positif. Remaja mengaku sangat terbantu dan merasakan manfaat dari penyuluhan, pelatihan serta konseling. Apalagi adanya konselor sebaya, dimana kawan Lolipop bisa share dan belajar dengan teman seumuran tentang problematika remaja. Ini tentu lebih menarik dan membuat kita nyaman untuk terbuka.

Sayangnya program PKPR hingga sekarang masih terbatas. Hanya beberapa yang tahu dan bisa merasakannya. Remaja masih kesulitan mendapatkan informasi tentang konseling dan pelatihannya. Inilah yang jadi kendala kawan Lolipop untuk mendapatkan pendampingan secara intensif.

Nah, untuk meningkatkan kualitas PKPR ini sejumlah remaja menyuarakan pendapatnya. Mereka berharap PKPR dilakukan dengan lebih serius dan terprogram dengan baik. Khususnya dalam melengkapi sarana dan prasarana. Banyak juga yang ingin agar PKPR menyebarannya merata di tiap daerah. Jika tidak akan percuma, karena pengaruh luar lebih besar ketimang sosialiasi yang berjalan beberapa waktu saja.

Bagaimana menurut kawan Lolipop tentang program PKPR di Indonesia ini?

0 Likes
413 Views

Comments are closed.